Bisakah Timnas Indonesia U16 Membuat Kejutan di Malaysia?

Bisakah Timnas Indonesia U16 Membuat Kejutan di Malaysia?

Dengan pencapaian seperti itu, jelas sudah bahwa Iran lebih difavoritkan dan karena itu mereka bukan lawan yang gampang bagi timnas U16. Apalagi Indonesia sendiri baru kembali berlaga di ajang ini setelah terakhir kali ikut serta pada 2010 lalu.




Kendati demikian, Bagus Kahfi dan kawan-kawan tak boleh begitu saja merasa inferior. Rekam jejak dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa performa mereka bisa dibilang semakin membaik. Selain itu, timnas juga punya beberapa faktor menguntungkan yang bisa membuat mereka mengejutkan Iran, dan bahkan mengejutkan negara-negara lain di gelaran tahun ini.

Penampilan meyakinkan selama babak kualifikasi

Indonesia menunjukkan penampilan yang amat meyakinkan selama babak kualifikasi Piala Asia U16. Tergabung di Grup G bersama Thailand, Timor Leste, Laos, dan Mariana Utara, timnas berhasil menyapu bersih semua laga dengan kemenangan yang beberapa di antaranya diraih dengan sangat meyakinkan. Thailand digasak dengan skor 1-0, Timor Leste dikalahkan 3-1, Laos dihajar 3-0, serta Mariana Utara yang takluk dengan skor 18-0. Total timnas mengumpulkan 12 poin dan mencetak 25 gol serta hanya kebobolan 1 gol. Timnas pun berhak melaju ke babak utama dengan status juara grup. Thailand menemani di urutan kedua.


Raihan di babak kualifikasi yang mengesankan seperti itu jelas membuat timnas punya kepercayaan diri yang tinggi. Terlebih mereka baru saja menjuarai Piala AFF U16. Selain itu, ini juga membuat negara-negara lain lebih waspada dengan potensi yang dimiliki timnas.

Persiapan panjang

Usai melalui kualifikasi dan dipastikan melaju ke babak utama di Malaysia, anak-anak asuh Fakhri Husaeni mengikuti turnamen JENESYS 2018. Di turnamen ini mereka kembali menunjukkan performa gemilang seperti saat di kualifikasi Piala Asia. Menghadapi negara-negara seperti Jepang, Vietnam, Filipina, dan Kamboja, timnas selalu meraih kemenangan. Hasil ini membuat mereka menjuarai turnamen tersebut.

Setelahnya, tim garuda muda tak langsung merasa puas begitu saja. Mereka tahu bahwa ada ajang lain yang akan diikuti dan karena itulah berbagai persiapan dilakukan. Salah satu turnamen tersebut adalah Piala AFF 2018. “Persiapan sudah kami lakukan selama empat pekan di Sidoarjo,” kata Fakhri.

Sebagian besar persiapan itu dilakukan di Sidoarjo. Mereka mengadakan uji tanding melawan Bhayangkara FC U-17 yang hasil akhirnya saat itu adalah kemenangan 6-1 dan melawan Persida Sidoarjo (5-2). Timnas U-16 juga melawat ke Malaysia guna beruji tanding melawan dua tim asal negeri jiran tersebut pada awal Juli. Pertama adalah timnas Malaysia U-16 dan saat itu kalah dengan skor 3-4. Kedua, timnas berhadapan dengan Johor Darul Ta’zim U-17. Kali ini berujung hasil imbang 1-1. Timnas kembali melakukan uji tanding saat kembali ke tanah air, beberapa pekan jelang Piala AFF. Kali ini lawan yang dihadapi adalah tim muda PSIB Jombang, SSB Bligo U-17, dan Akademi ASIFA U-16, yang semuanya berhasil dikalahkan.


Pada akhirnya timnas berhasil menjuarai Piala AFF. Namun seperti saat meraih capaian optimal pada babak kualifikasi dan turnamen JENESYS, mereka tak lantas bersantai begitu saja. Berbagai persiapan lain kembali dilakukan sebab Piala Asia U16 2018 sudah di depan mata.


Timnas tampil sangat apik di Piala AFF U16 yang digelar di Sidoarjo. Pada babak grup, mereka finis di urutan teratas dengan total 15 poin dari lima kemenangan sehingga lolos ke semifinal. Kemenangan demi kemenangan kembali diraih timnas di dua babak berikutnya. Menghadapi Malaysia di semifinal, timnas menang dengan skor 1-0. Sementara di babak final, timnas menaklukkan Thailand lewat drama adu penalti (4-3) setelah pada waktu normal bermain imbang 1-1.

Saat meraih juara di turnamen tersebut, timnas diperkuat oleh pemain-pemain macam Ernando Sutaryadi, Bagas Kaffa, Rendy Juliansyah, Mochammad Supriadi, hingga Bagus Kahfi. Di Piala Asia nanti, sebagian besar dari nama-nama itu akan kembali menjadi andalan timnas. Ini tentu adalah kabar baik sebab Fakhri tak mesti melakukan penyesuaian taktik. Selain itu, dari sisi pemain, mereka menjadi semakin padu lantaran sudah bermain bersama selama dua tahun terakhir.



Skuat timnas U16: Ernando Ari Sutaryadi, Ahludz Dzikri Fikri, Muhammad Risky Sudirman, Mochamad Yudha Febrian, Muhammad Salman, Fadillah Nur Rahman, Amiruddin Bagas Kaffa, Muhammad Reza Fauzan, David Maulana, Komang Teguh Trisnanda, Muhammad Talaohu, Hamsa Lestaluhu, Andre Oktaviansyah, Brylian Aldama, Rendy Juliansyah, Mochammad Supriadi, Amanar Abdilah, Amiruddin Bagus Kahfi, Sutan Diego Zico, Fatah Aji, Muhammad Uchida Sudirman, Subhan Fazri, Cecep Maulana.

Keberadaan Bagus Kahfi

Sepakbola adalah permainan tim. Namun, mesti diakui bahwa keberadaan satu atau dua pemain dengan kemapuan individu tingkat atas turut bisa memengaruhi performa tim. Apalagi jika pemain tersebut tak hanya menonjol secara individu, tetapi juga mampu berintegrasi dengan baik di dalam tim. Dan, di timnas U16, salah satu sosok yang memenuhi spesifikasi tersebut adalah Bagus Kahfi.

Sebagai pemain depan, saudara kandung Bagas Kaffa ini punya berbagai kemampuan yang mampu mendukung posisinya. Ia cepat, agresif, dan punya semangat juang tinggi. Selain itu, ia juga terbilang tajam di depan gawang. Di Piala AFF lalu, Bagus menjadi topskor dengan total 12 gol.


Satu hal yang ditakuti oleh banyak negara kala mengikuti sebuah kejuaraan atau pertandingan yang dihelat di negara lain: suhu udara. Soal ini, timnas Indonesia senior pernah mengalaminya.

Kejadiannya terjadi pada 2013 lalu. Kala itu, timnas melawat ke Korea Utara guna melakoni laga babak kualifikasi Piala Asia 2015. Suhu Korea Utara saat itu sedang dingin-dinginnya. Ini kemudian berdampak terhadap kondisi kesehatan sejumlah pemain timnas. Beberapa mengalami flu, beberapa lagi diare. Lebih dari itu, performa mereka menjadi tak optimal dan akhirnya kalah dengan skor 0-2 dari tuan rumah.

Tak hanya sekali timnas senior menghadapi permasalahan semacam itu. Masih di ajang dan babak yang sama, timnas juga pernah mengalaminya kala bertandang ke China. Beruntung China tak sedingin Korea Utara sehingga tak mengganggu kondisi kesehatan para pemain timnas. Walau demikian, mereka tetap saja kalah.

Piala Indonesia, Ajang Unjuk Aksi Pemain Muda

Di Piala Asia U16 tahun ini, kondisi semacam itu seratus persen tak akan kembali menjadi masalah timnas. Kita tahu, Piala Asia U16 tahun ini akan dihelat di Malaysia, dan ini jelas menguntungkan sebab suhu udara Malaysia tak berbeda dengan Indonesia.

Suporter yang Away Days

Jarak antara Indonesia dengan Malaysia yang terbilang dekat kemungkinan besar akan membuat banyak suporter tanah air berbondong-bondong melakukan away days. Jika memang demikian, ini akan menjadi keuntungan tersendiri bagi para pemain. Banyaknya suporter yang hadir di stadion membuat mereka selalu merasa seperti bermain di negara sendiri. Secara tak langsung, itu bisa memengaruhi performa mereka di lapangan.





Contact Us

Nama

Email *

Pesan *