Skuat Garuda Nusantara harus menyerah dalam adu penalti, usai kedudukan sepanjang 90 menit laga berakhir imbang dengan skor 1-1.
Namun, sesaat sebelum adu penalti di mulai, lampu stadion Gelora Delta Sidoarjo mendadak mati.
Adu tos-tosan pun dilanjutkan dalam suasana remang-remang, sebelum keempat lampu stadion kembali menyala normal.
Meski begitu, pelatih timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri, tak ingin menyalahkan matinya lampu stadion sebagai biang kekalahan timnas U-19 Indonesia.
"Saya juga tidak menyangka itu lampu (stadion) bisa mati," kata Indra Sjafri dalam konferensi pers usai laga timnas U-19 Indonesia melawan Malaysia.
"Tadi harusnya (penalti dilaksanakan) ditunggu (lampu) hidup normal tapi itu butuh waktu lama," ucap sang pelatih menambahkan.
Indra Sjafri pun menilai, kalaupun matinya lampu stadion menjadi kerugian, maka kerugian tersebut adalah kerugian kedua kesebelasan.
"Tapi kan dua-duanya (Indonesia dan Malaysia) sama-sama merasakan (kerugian dari lampu stadion yang mati)," ujar Indra Sjafri.
"Jadi tidak terlalu menjadi alasan (kekalahan)," tutur sang pelatih menambahkan.
Dalam babak adu tos-tosan, tiga dari lima penendang tmnas U-19 Indonesia gagal menunaikan tugasnya.
Ketiga pemain tersebut adalah Witan Sulaeman, Firza Andika, dan Hanis Saghara Putra.
Sedangkan eksekutor Malaysia hanya sekali gagal yakni pada penendang keempat, Muhammad Zafuan Azeman.
Sumber


