Kesuksesan tersebut dirusak oleh sebuah cerita negatif.
Menurut laporan media Jerman, Seddeutsche Zeitung, sejumlah pemain Tim Beruang Merah menghirup amonia saat pertandingan guna mengingkatkan performa.
Amonia memang tidak ada dalam daftar zat yang dilarang oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA), tetapi bisa mendongkrak kondisi fisik seseorang layaknya doping.
Zat tersebut mampu merangsang pernapasan dan meningkatkan aliran oksigen dalam darah.
Dokter timnas Rusia, Eduard Bezuglov, tak menampik bahwa Denis Cheryshev dkk memakai amonia.
Namun, ia tak setuju kalau amonia disebut masuk golongan doping.
Anda bisa pergi ke apotek dan membeli amonia. Semua ini tak ada hubungannya dengan doping," ucap Bezuglov.
Hal sebaliknya dituturkan oleh Fritz Sorgel yang merupakan ahli kimia dari Jerman.
"Menurut saya, itu adalah doping," kata Sorgel.
Seddeutsche Zeitung bukanlah media Jerman pertama yang mengabarkan penggunaan amonia di skuat Rusia.
Sebelumya, Bild mempublikasi gambar seorang pemain yang sedang menghirup sesuatu sebelum memasuki lapangan.
Pada akhirnya, langkah Rusia terhanti pada perempat final seusai kalah adu penalti dari Kroasia.
Sumber


