Febri Hariyadi menjadi salah satu pemain yang terkena dampak transisi pelatih di kubu Persib pada beberapa tahun terakhir.
Saat berada di bawah asuhan Djadjang Nurdjaman, pemain berusia 22 tahun tersebut bermain lebih menusuk.
Namun kini, winger muda jebolan diklat Persib ini memiliki peran baru di kubu Maung Bandung.
Febri Hariyadi bermain lebih melebar. Ia berperan sebagai pelayan dua bomber impor Maung Bandung, Ezechiel N'Douassel dan Jonathan Bauman.
Menurut sang pemain, hal tersebut merupakan bagian dari strategi yang diterapkan oleh Mario Gomez. Ia pun mengaku tak masalah dengan peran barunya tersebut.
"Itu bagian dari strategi pelatih, tidak masalah, saya harus ikuti apa intruksi pelatih," ujar Febri Hariyadi.
Peran Febri yang berubah ini berbuntut pada gaya bermain yang ikut berubah. Di bawah asuhan Mario Gomez, ia menjadi tak begitu leluasa dalam membantu penyerangan.
Permainan Febri pun cenderung lebih taktis dan jarang melakukan penetrasi ke area kotak penalti lawan.
Namun demikian, pemain yang akrab disapa Bow tak mempersoalkan hal itu. Baginya, ia harus mengikuti instruksi dan strategi yang diinginkan oleh pelatih.
"Buat saya tidak ada masalah mau disiapkan di manapun, kalau memang itu instruksi pelatih itu strategi pelatih kami harus jalani," katanya.
Musim lalu, ketika bermain di bawah arahan Djadjang Nurdjaman, Febri berhasil mencetak empat gol dari 21 penampilannya.
Kala itu, dia memang diberikan kebebasan melakukan akselerasi ke garis pertahanan lawan.
Namun dengan gaya bermain yang berbeda, kini Febri belum berhasil menyumbang gol di kompetisi Liga 1 musim 2018.
"Buat saya sih tidak terlalu penting (mencetak gol), yang terpenting kami bisa menang disetiap pertandingan," ucapnya.
Sumber

