Tampil di Stadion Luzhniki, Moskow, Minggu (1/7/2018), Spanyol menyerah dari Rusia melalui babak adu penalti.
Sebelumnya laga harus berakhir 1-1 dari waktu normal 90 menit hingga 2x15 menit babak tambahan.
Kekalahan tersebut ternyata mengundang reaksi keras dari media Spanyol.
Seperti dilansir BolaSport.com, beberapa media Spanyol mengkritisi penampilan tim matador pada turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
Dimulai dari Marca yang menyorot masalah awal Spanyol di Piala Dunia.
Keputusan Real Madrid merekrut Julen Lopetegui sebagai pelatih disebut mengganggu.
Sikap Julen Lopetegui juga disebut tidak etis karena tidak memberitahu pihak federasi sepak bola Spanyol (RFEF) jika dirinya bernegosiasi dengan Real Madrid.
Hal tersebut menurut Marca diperparah dengan keputusan pimpinan RFEF, Luis Rubiales, yang langsung memecat Lopetegui.
Keputusan itu disebut punya andil terhadap masalah yang dialami Spanyol.
Para pemain Spanyol juga disebut lalai dalam beberapa penampilan.
Sementara itu El Mundo menyorot permainan tim nasional Spanyol.
El Mundo menyebut Spanyol sempat tampil baik saat melawan Portugal.
Namun, pada laga-laga selanjutnya permainan anak asuh Fernando Hierro dinilai banyak kekurangan.
"Yang paling serius, tanpa ragu, adalah kurangnya pergerakan. Pergerakan adalah aturan emas dalam permainan ofensif," tulis El Mundo.
"Jika Anda tidak memiliki pergerakan, Anda dapat menghabiskan 3 jam bermain, melakukan seribu umpan, tetapi tidak menghasilkan kesempatan apapun," tulis El Mundo melanjutkan.
Selanjutnya media La Razon lebih menyorot pada laga terakhir Spanyol vs Rusia.
Tim Spanyol disebut hanya bisa meratapi kesedihan di ruang ganti.
"Sergio Ramos tertunduk, sulit untuk bangun, Hierro menghibur Busquets, dan Silva memeluk Iniesta," tulis La Razon.
"Mereka adalah yang paling veteran, juara dunia, mereka yang paling terpengaruh, mungkin karena mereka merasa tidak akan memiliki kesempatan dalam 4 tahun lagi," tulis La Razon.
Sementara itu komentar lebih pedas diberikan oleh El Pais.
El Pais bahkan menyebut timnas Spanyol bodoh.
"Spanyol begitu bodoh selama Piala Dunia yang penuh badai ini, hingga akhirnya mengutuk dirinya sendiri," tulis El Pais.
"Di Brasil 2014 jatuh kepada lawan seperti Belanda dan Cile, dan di Prancis 2016 (Piala Eropa) dengan Italia. Titapi itu mencapai titik di mana mereka tidak bisa mencapai saat melawan Iran, Maroko, dan Rusia," tulis El Pais.
El Pais juga menyoroti keputusan pergantian Lopetegui kepada Hierro menjelang Piala Dunia 2018.
Menurut El Pais, kejatuhan Spanyol sudah dimulai sejak hari pertama Piala Dunia 2018.
Sumber




